Feeds:
Posts
Comments

Ternyata sudah dua tahun tidak menulis apa2 disini.

Tenggelam dengan kerjaan (tapi bener ngak yah ternggelam, tapi ada benernya ada juga ngak).

Klo tenggelam rasanya ngak juga wong nyatanya bisa chating bisa browsing bahakan karang refresh beberapa kli http://www.detik.com tapi beritanya masih sama šŸ˜€

Tapi klo dikatan santai juga ngak, mungkin lebih tepatnya males atau mungkin lagi ngak ada mood untuk menulis, alias tidak ada ide untuk menulis apa.

 

Ayo dong kasih ide, kira2 sekarang yang lagi hot itu apa yah?

 

Advertisements

Sebentar lagi lebaran, pertanyaannya”pulang ngak, yah?”
Hasil rundingan sama istri tadi malam, InsyaAllah pulang, tapi mungkin hari kedua atau hari ketiga.

Hari pertama harus selalu di rumah sendiri, ini adalah kesepakatan kita berdua setelah menikah karena dulu pernah hari pertama lebaran langsung ke Purworejo, dapat complain dari mertua.

Jadi selama ini kita jarang sekali pulang kampung ketika lebaran.
Alasan utamanya adalah macet (klasik banget yah).

Dulu pernah kena macet parah sekali, kebetulan waktu itu habis lebaran, mau pulang lagi ke Jakarta.
Awalnya sendirian, tapi kemudian ada yang bareng (Bude, Sepupu, dan Adiknya Kritianto Sambodo..Dik Sopo yo Jenenge…sampek Lali).
Dari Purworejo berangkat jam 8,sampe di daerah Butuh sudha macet, Kutowinangun macet, Kebumen macet, Gombong Macet, Karanganyar Parah.
Setelah Buntu mulai lancar, lega rasanya karena mulai lancar.
Ternyata tidak seperti yang dibayangkan, mulai masuk Banjar Jabar, macet parah sekali…..macet sampai Jakarta.
Kaki rasanya pegal sekali karena injak kopling terus.
Ngak ada yang bisa diajak gantian mengemudi
Sampai Jakarta jam 3.30, ngantar Bude ke daerah Rambutan. Habis itu ngantar Adiknya Kris ke Palmerah, baru pulang.
Tidur dua hari rasanya belum bisa memilihkan rasa capeknya.
Purworejo Jakarta kok hampir 20 jam.

ada yang pernah kena macet parah apa ngak?

Besok rencananya pulang mau berhenti2 dulu:

H+2: berangkat dari ke Bandung, untuk jemput ibu mertua (ibu Purworejo dan Ibu mertua udah janjian makanya harus dijemput), langsung ke Garut ke Bapak Mertua. Istirahat sebentar, malamnya penginnya nginep di Garut.

H+3: dari Garut Menuju ke Tasikmalaya, ke rumah Nenek dulu. sorenya menuju Ciamis, Nginep di Hotel Tiara (bisa ngak yah klo booking mulai dari sekarang???)

H+4: Checkout daro Hotel, menuju Purworejo. kalau semuanya lancer sore hari sudah sampai Purworejo.

H+??? (nunggu sepi dulu biar ngak macet): berangkat ke Bandung, Jakarta.

Pengin kalau pas ke Purworejo ketemu teman2 dulu.
Kabari yah kalau pas pulang Purworejo.

Saya pribadi tidak memiliki karena… (takut ketahuan istri) karena kalau kerahuan bisa berabe.
Padahal kelihatannya asik juga tuh punya account facebook, bisa ketemu teman2 lama.

Hari ini berangkat ke kantor lebih pagi karena ada meeting dengan customer jam 9. Saya sering menyebut kalo meeting kurang dari jam 10 pagi adalah meeting yang tidak manusiawi.

Apalagi meeting kali ini agendannya mau dikeramasi (mau diomelin-omelin), makanya sengaja sebelum tidur tadi malam pesen sama istri untuk bangunin agak pagian.

Dari rumah berangkat sekitar jam 6.30 (gerimis),Ā jalur yang dipakai seperti jalur biasa lewat Grand Wisata, tapi baru keluar komplek sudah macet,Ā seperti biasa para pengendara sepeda motorĀ tidak mau mengalah, saling berebut dan tidak mempunyai rasa hati-hati sama sekali.

Setengah jam kemudian keluar tol Grand Wisata. Mobil sejak kemarin sudah ngak enakĀ  (sudah di-check ternyata di rodanya ada baut yang cukup besar yang menancap di ban kiri depan, sengaja dibiarkan karena kalaudicabut malah bocor…males gantinya).Ā  Melewati Pintu Tol Pondok gede, bayar, langsung tancap gas terus, ambil jalur kanan, salip kiri (sudah kaya pembalap aja). Akhirmnya memtuskan ambil jalur kanan saja, tiba-tiba sekitar 2/3 km sebelum keluar Tol Halim setir rasanya ke kiri terus.

Apa yang dikawatirkan akhirnya terjadi, ban kiri depan kempes. Sangat sulit sekali dari jalur kanan mau pindah jaur ke kiri karena tidak yang mamu memberi kesempatan. pelan-pelan sampai akhirnya berhenti di pemberhentian jasa marga cawang. Lepas baju. Mulai deh dongkrak. akhirnya selesai, buth waktu setengah jam.

Langsung ke customer, meeting udah selesai, susah untuk membuat alasan yang tepat karena pasti tidak percaya, yah sudah cuma cengar-cengir ngak karuan.

Ternyata berangakat pagi belum tentu sampai kantor lebih pagi (jika).

Saya ingin sekali bercocok tanam, terutama tanaman buah lokal yang berkualitas unggul, mulai dari durian, mangga, jeruk, sawo, nangka, kepel, alpukat, pisang mabon, pisang raja, piang kepok.

Minggu kemarin tepatnya hari Jumat, saya dan keluarga pulang ke Purworejo. Tujuannya antara lain karena sudah beberapa kali lebaran saya dan keluarga tidak pulang ke Purworejo, sehingga ingin sowan orang-tua. Saya mencoba pulang ke Puworejo naik Lion Air tujuan Yogyakarta dan minta bantuan adik saya untuk menjemput di Yogyakarta. Kebetulan adik sedang di Wonosobo sehingga di harus berangkat pagi dari Wonosobo ke Yogya untuk menjemput (maaf karena banyak menyusahkan).

Ada beberapa pertimbangan kenapa naik pesawat daripada kereta, awalanya saya berencana naik kereta api, sekalian memperkenalkan kereta api ke Kaka’, tapi saya ingat kalau kereta api kadang (maaf) bau pesing, sedangkan anak saya sangat sensitif terhadap bau (langsung muntah).

Berangkat dari rumah pagi sekali sekitar jam 5.15AM ke Bandara, sampai di Bandara sekitar jam 6.15 dan langsung check-in. Sempat binggung karena ternyata kalau kita menggunkan Lion Air tempat check-in-nya campur, maksudnya kita bisa check-in di counter mana saja (saran saya unutk ke depannya, saran saya sebaiknya check-in counternya dipisah, biar orang yang binggungan seperti saya tidak stress dan ngak pede ketika check-in, walupun saya mengerti dengan menjadikan satu counter check-in untuk semua penenrbangan akan mempercepat process check-in, tapi sekali lagi…kalau orang binggungan seperti saya bagaimana?)

Selama process check-in lancar, terus saya mausk ke terminal A, saya ingin ajak istri sarapan di lounge (ternyata kalau masuk lounge yang di termnal A dengan kartu credit dari Bank XXX harus dipotong point), saya sempat tanya ke istri bagaimana mau sarapan apa tidak, dia bilang belum lapar. Akhirnya langsung aja ke Gate A3, kok yang “dhilalah” boarding pass saya hilang, terpaksa deh harus ke counter lagi untuk minta boarding pass lagi. Pads di counter dan kebetulan disana petugas counternya cewek, waktu saya bilang boarding pass hilang, dia sewot sekali, tanya hilang dimana, saya bilang hilang di lounge, dia bilang kalau di lounge tidak mungkn hilang (saya jadi binggung mau menjawab dan menjelaskan bagaimana, wong saya yang kehiangan kok dia ngeyel ngak mungkin hilang šŸ˜¦ sedih campur binggung:-? dan ngakak :))

Tapi saya maklum sekali, namanya low cost carrierĀ  pasti seperti ini, mungkin budget untuk mengedukasi pegawainya juga low cost juga, jadi mereka tidak bisa melayani customer mereka terutama customers yang sedang memerlukan bantuan. Karena dia tetap ngeyel, saya diam saja (orang bule bilang speechless, wis ra iso ngomong apa2 dan saya kurang begitu suka berdebat). akhirnya di mau kasih juga boarding pass saya. šŸ˜€ ternyata dengan diam bisa juga yahh menyelesaikan masalah.

Masuk ke gate A3, lapor ke petugas. Ketuka lapor saya sempat tanya apakah pesawatnya sudah siap, petugas menjawab bahwa pesawat on-schedule. Saya baru sadar ketika 15 menit sebelum keberangkatan belum anak pengumuman ke penumpang untuk naik pesawat, tidak lama kemudian ada pengumuman bahwa pesata delay 60 menit, kemudia tambah lagi 30 menit (total 90 menit) dengan alasan operasional (kira-kira alasan operasional itu apa yah?).

Akhirnya saya tahu arti on-schedule itu telat 90 menit.

Selama menunggu Kaka’ mulai rewel karena ingin tidur. Kok yah aneh2 yah gaya penumpang yang saya temui selama di Bandara. Ada penumpang tepat di depan saya dengan gaya sangat cuek duduk sandaran (semi-semi tidur) dengan kaki ngangkang (walaupun dia laki-laki tapi saya dan istri juga risih), akhirnya saya pindah tempat duduk.

Karena Kaka’ rewel maka saya gantian dengan istri gendong Kaka’, ketika istri gendong Kaka’ otomomatis kursi kosong, ada orang dengan cueknya duduk padahal saya udah kasih tas dan bilang “Mas, geser dong saya berdua sama ponakan saya” ….hahahaha… kok ngak ada sopan santunnya yah (katanya kita orang timur yang punya sopan santun), mbok nanya dulu “mas kursinya kosong apa ngak?”. Saya geser lalu saya pindah cari tempat yang lain, istri sudah mau marah saja, saya jelaskan bahwa seperti ini keadaannya, harus sabar.

jam 8.45AM, penumpang dipersilahkan naik pesawat, di dalam pesawat karena dengan anak kecil, maka di kasih extention unutk safety-belt dan live vest. Pas mau memakainya Kaka’ rewelnya menjadi-jadi, pramugarinya bilang sabuk pengaman harus dipakai, tidak lama kemudian dia kembali lagi dan bilang begini cara memakainya, kemudia saya katakan ke pramugari dengan intonasi agak tinggi karena saya sudah merasa jengkel dan kesal dengan semua perlakuannya, saya bilang “Saya tahu cara pakainya dan saya tahu kapan saya harus memakinya, anak saya sedang rewel (masih banyak penumpang yang masuk dan mencari tempat duduk, ketika pesawat siap take-off saya pasti memakaikan ke anak saya)”. akhirnya di pergi tanpa kata maaf atau apa. Sekali lagi kecewa dengan pelayannya.

Selama perjalan, ada lagi, karena saya naik di kelas ekonomi maka jarak antar kursi sangat rapat, kok masih ada orang yang tega untuk merebahkan kursinya sehingga saya tidak semakin sempit dan kebetulan orang yang duduk ngangkang tadi di depan saya dan kebetulan lagi kok ya yang merebahkan kursinya teman si bapak ngangkang…hehehe… saya tersenyum kecut menerima kenyataan ini.

Setelah mendarat di Yogya istri tanya ke saya apakah tidak ada penumpang yang complain dengan keadaan tadi, saya bilang sudah ratusan mungkin ribuan yang complain tapi tetap tidak ada perubahan, bagi orang-orang kecil sperti saya dan istri saya yang mempunyai budget pas-pasan tapi ingin menggunakan pesawat, ya seperti itu keadannya.

Monggo, silahkan kalau ada rekan-rekan yang mau berbagi informasi mengenai pesawat murah (mungkin tidak bisa memperbaiki keadaan, tapi paling tidak bisa berbagi informasi sehingga kalau suatu ketika kita mengalaminya kita tidak kaget dan siap secara mental untuk menghadapinya ..hehehe..)) Monggo.

Tidak pernah terbayang sebelumnya ketika saya harus kerja di Jakarta, saya harus berangkat dari kantor sepagi ini. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dengan berangkat pagi dari rumah karena banyak sekali tetangga-tetangga saya yang berangkat ke kantor lebih pagi dibanding dengan saya.

Bagi saya yang notabene-nya orang dari luar kota, subuh-subuh berangkat ke kantor adalah hal yang istimewa karena tidak pernah saya temui sebelumnya di daerah saya orang berangkat ke kantor sepagi ini, walupun di daerah saya ada banyak profesi yang mengharuskan berangkat kerja sebelum subuh.

Hari ini saya berangkat ke kantor pagi karena ada janji ketemu dengan client jam 10AM. Terus terang sekembalinya saya ke Bekasi, saya merasa bahwa jalan Bekasi-Jakarta sangat macet, saya membutuhkan waktu sekitar 1,5 – 2 jam untuk sampai ke Jakarta. Kemudian hari ini saya coba untuk bernagkat dari rumah jam 5.30AM, dan ternyata Alhamdulillah, jalan masih cukup lancar, koneksi internet di kantor juga maih cukup OK unutk download pathces di PC saya.

Walaupun ada sedikit perasaan malas untuk berangkat pagi, tapi ada juga keuntungannya. dan yang paling penting, InsyaAllah, saya punya waktu lebih banyak main dengan si Kaka’ (karena nanti saya ingin pulang lebih awal).